Materi/Zat

Segala benda di alam semesta termasuk tubuh kita sendiri merupakan materi. Istilahh materi diambil dari bahasa latin yaitu “Mater” yang berarti Ibu. Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang/volume (Hiskia Ahmad, 2003:5). Materi dapat sekeras baja, selunak air bahkan tidak kelihatan seperti oksigen. 
Gambar: Sifat Suatu Materi
(Sumber Gambar: https://kumpulan-ilmu-pengetahuan-umum.blogspot.com) 

Perlu diketahui bahwa massa tidak sama dengan berat. Massa adalah ukuran bertahannya suatu benda terhadap perubahan kecepatan dan tidak dipengaruhi oleh gaya grafitasi. Contoh: (a) kita lebih mudah mendorong sepeda motor yang massanya kecil dari pada truk bermuatan penuh, (b) lemparan batu yang besar terasa lebih sakit pada tubuh kita dari pada lemparan btu kecil. Sedangkan berat adalah gaya yang menyatakan besarnya tarik grafitasi terhadap benda yang bersama. Contoh: (a) seorang astronot yang memiliki berat 60 kg di bumi akan memiliki berat 10 kg pada saat berada di bulan, sedangkan di ruang angkasa tidak mempunyai berat bahkan melayang sepert balon.      

a.    Sifat Materi

1)      Berdasarkan jumlah dari materi, sifat-sifat materi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a)    Sifat Ekstensif. Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada bentuk, ukuran dan jumlah materi.

Contoh: dua batang emas murni dapat memiliki massa dan volume yang berbeda. Jadi massa dan volume merupakan sifat ekstensif.

b)   Sifat intensif. Sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada bentuk, ukuran dan jumlah materi. Contoh: semua batangan emas murni yang meskipun massa dan volumnya berbeda, tetapi mempunyai warna kuning dan daya hantar listrik yang sama. Jadi warna dan daya hantar listrik merupakan sifat intensif.

2)      Berdasarkan perubahan yang terjadi pada materi, sifat materi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a)    Sifat Fisis. Sifat fisis adalah sifat yang dapat diamati tanpa harus mengubah susunan materi. Sifat fisis dapat berupa sifat ekstensif dan intensif.

Contoh: sifat fisis yang ekstensif seperti massa, volume dan kalor. Sedangkan sifat intensif seperti warna, rasa, bau, titik didih, titik lebur, daya hantar listrik, kelarutan dan kekerasan.

b)   Sifat Kimia. Sifat kimia adalah sifat yang dapat diamati akibat terjadi perubahan suatu materi menjadi materi lain. Sifat kimia selalu bersifat intensif. Contoh: karat besi, pembusukan makanan dan sampah serta pembakaran. 



loading...

Post a comment

0 Comments