Manfaat Senyawa Metana dalam Kehidupan

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air, apakah kalian pernah mendengar yang namanya senyawa metana .. ?  seberapa familiarkah kata-kata metana yang kalian dengar ..? dan apakah hubungnnya metana dengan gas rawa  ?   Untuk lebih jelasnya mari baca artikel ini secara menyeluruh. 

Metana dengan rumus molekul CH4 dan suku pertama alkana banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari secara komersial, seperti Gas untuk memasak. Metana biasanya terdapat di alam secara bebas maupun dalam bentuk senyawanya di mana penghancuran bahan organic oleh bakteri terjadi tanpa oksigen (keadaan anaerob), seperti di rawa, paya, atau bagian berlumpur di danau. Karena itu sering di sebut gas rawa. Di negeri Cina, metana dikumpulkan dari lumpur di dasar rawa untuk digunakan sebagai bahan pemasak dan penerangan. Metana juga terbentuk dalam saluran pencernaan binatag tertentu, seperti binatang memamah biak (ruminan), contohnya: sapi, kerbau. 

Gambar: Keberadaan Gas Metana di Rawa
(Sumber Gambar: https://sw.unansea.com)

Pembentukan metana oleh bakteri cukup berarti. Atmosfir mengandung 1 ppm metana, karena planet kita kecil dan gas metana sangat ringan dibandingkan dengan unsure-unsur udara lainnya (O2, dan N2), diperkirakan bahwa kebanyakan metana terlepas, dan telah diperhitungkan bahwa konsentrasi kesetimbangan jauh lebih kecil daripada yang diamati (mungkin hanya 1 bagian dalam 103-5 bagian udara). Alasan mengapa angka pengamatannya tinggi adalah karena metana terbentuk terus menerus dari penghancuran tanaman dan zat-zat organic lainnya oleh bakteri.

Di kota-kota, jumlah metana di atmosfir jauh lebih tinggi sehingga mencapai beberapa ppm. Konsentrasi puncak tercapai pada pagi dan senja hari, sebagai korelasi langsung dengan lalu lintas kendaraan. Untunglah metana yang menyusun 50% dari jumlah hidrokarbon yang mencemari udara di kota-kota kelihatannya tidak berbahaya bagi kesehatan.

Metana adalah komponen utama di atmosfir pada zaman dahulu. Demikian pula, hydrogen adalah unsure terbanyak dalam system solar (87% dari masa matahari). Karena itu dapat diterima akal, pada waktu planet terbentuk, semua unsure terbentuk dalam bentuk-bentuk tereduksi yaitu: karbon sebagai metana (CH4), nitrogen sebagai ammonia (NH3) dan oksigen sebagai air (H2O). Struktur 3D Molekul CH4, NH3 dan H2O berturut-turut adalah sebagai berikut:    

Gambar: Struktur  3D Molekul CH4, NH3 dan H2(Sumber Gambar: Media Phet) 

Percobaan terkenal yang dilakukan pada tahun 1955 oleh Stanley L. Miller (bekerja di laboratorium H.C. Urey di Columbia University), memperkuat gagasan bahwa kehidupan timbul atmosfir yang tereduksi. Miller menemukan bahwa jika campuran metana, ammonia, air dan hydrogen dikenakan muatan listrik untuk menimbulkan petir, terbentuk beberapa senyawa organic (asam amino misalnya) yang penting dalam biologi dan diperlukan dalam hidup. Hasil yang sama juga terjadi jika digunakan kalor atau sinar ultra ungu sebagai pengganti listrik (ada kemungkinan pada zaman dahulu atmosfir bumi mendapat sinar ultra ungu jauh lebih banyak dibandingkan sekarang). Apabila oksigen ditambahkan pada tiruan atmosfir purbakala ini, asam amino tidak terbentuk, hai ini menunjukkan bukti bahwa atmosfir dahulukala tidak mengandung oksigen bebas. Percobaan Miller menjadi model banyak cabang ilmu pengetahuan yang sekarang dinamakan evolusi kimia (chemical evolution) yang mempelajari kejadian-kejadian kimia di permukaan bumi yang dapat menimbulkan sel hidup yang pertama.

Sekarang, dua sumber alkana dari alam yang penting ialah minyak bumi dan gas alam. Minyak bumi (petroleum) adalah cairan campuran kompleks dari senyawa organic, yaitu alkana atau sikloalkana. Semua normal alkana sampai C33H68 telah dipisahkan dari minyak bumi, selain itu juga ditemukan alkana-alkana bercabang. Gas Alam (Natural Gas) sering terdapat bersama-sama dengan minyak bumi terutama terdiri dari metana (kira-kira 80%), Etana (5-10%) dan alkana yang lebih tinggi. Minyak bumi dan gas alam merupakan suatu energy yang di butuhkan umat manusia bersifat tidak dapat diperbaharui, artinya jika sumber energy ini terus menerus di pakai nanti di khawatirkan energy ini akan habis. Dan untuk mendapatkan energy ini kembali butuh pembentukan zat-zat organic asal yang memerlukan waktu sangat lama. Maka oleh sebab itu, para ahli kimia/fisika mengembangkan sumber energi baru yang tidak habis di pakai untuk skala manusia yaitu energi terbarukan.

Energy terbarukan adalah energy yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan. Para ahli telah menemukan beberapa energy terbarukan yaitu energy air, energi angin, energy biodiesel, energy laut, energy panas bumi, energy surya dan energy Full Cell. Untuk mengantisipasi kekrisisan sumber energy utama kita, sebaiknya mulailah dari sekarang untuk menggunakan dan mengembangkan energy terbarukan ini sesuai dengan kebutuhan baik dalam skala rumah tangga maupun skala industri, sehingga kebutuhan akan energi dapat terpenuhi secara komersial.  



loading...

Post a comment

0 Comments